5 Hal yang Anda Wajib Tahu Sebelum Berlibur ke Korea Selatan, Supaya Anak Tidak Nakal di Sana

Sekolah Lentera Kasih Bali – Korea Selatan memang negara yang menjanjikan sejuta aktifitas liburan menyenangkan bersama keluarga kita. Akan tetapi jika memang ingin pergi berlibur kesana sekeluarga nanti, ada baiknya jika Anda mengetahui beberapa kebiasaan warga disana. Hal ini bertujuan agar nantinya disana Anda bisa lebih mengontrol anak Anda dengan seksama, dan tidak menjadikannya nakal saat nanti kembali dari liburan disana.

  • Aman untuk jalan-jalan larut malam, bahkan sampai dini hari

Benar, di Korea Selatan banyak sekali kita menemukan toko-toko yang buka 24 jam, dan karena memang negaranya relatif aman, maka tidak jarang Anda melihat anak-anak sekolah yang masih keluyuran bersama teman-temannya di malam hari masih mengenakan seragam sekolah. Nah, jika nanti saat berlibur Anda menemukan hal ini, maka Anda perlu memberitahu anak Anda jika di Indonesia kita tidak boleh melakukan hal ini.

  • Memesan makanan delivery, tanpa perlu memberi tip

Memang jika di Indonesia sendiri memberi tip kurang diminati masyarakat, akan tetapi mungkin di negara lain memberi tip adalah hal yang penting. Jika di Korea Anda memesan makanan secara delivery, maka biasanya Anda tidak perlu memberi uang tip untuk si pengantar, hal ini karena biasanya uang tip sudah termasuk ke dalam harga makanan, tetapi sebaiknya Anda tetap mengajarkan anak Anda untuk memberikan uang tip ya, Mom.

  • Bisa membeli alkohol dimana saja, kapan saja

Benar sekali, membeli alkohol di negara gingseng tersebut sah-sah saja, bahkan Anda dapat menemukan minimarket-minimarket yang menjual minuman beralkohol secara bebas (biasanya yang populer disana adalah soju). Hal ini dikarenakan tradisi disana masyarakatnya memang suka sekali mengkonsumsi soju tersebut. Nah, bagi para orangtua yang berlibur kesana bersama anak, sebaiknya memberitahu untuk tidak membeli minuman ini ya.

  • Bisa meminum alkohol dimanapun, kapanpun

Masih kelanjutan dari poin selanjutnya, selain alkohol diperjual belikan secara bebas disana, tempat untuk menikmatinya pun bebas sesuka hati. Tidak jarang Anda akan meneukan kedai kecil untuk minum, di emperan minimarket, atau bahkan di pinggir jalan atau di pinggir danau banyak sekumpulan orang tua atau remaja yang minum soju. Jadi sebaiknya jangan kaget jika Anda bertemu orang mabuk disana, karena hal itu sudah lumrah dan biasa terjadi.

  • Bebas membawa minuman/makanan di transportasi umum

Di Indonesia sendiri memang belum ada aturan resmi mengenai hal ini, akan tetapi di beberapa negara lain seperti Singapura, Hongkong, dan Inggris hal ini dilarang. Jadi jika misalnya Anda berlibur ke Korsel, menggunakan transportasi umumnya, dan membawa makanan/minuman, jangan lupa untuk mengatakan pada anak Anda bahwa tidak semua tempat bebas melakukan hal ini. Jadi ketika lain kali Anda sekeluarga berlibur, hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

Advertisements

5 Hewan Lucu Tetapi Ternyata Kanibal Seram

Sekolah Lentera Kasih Bali – Melihat gambar binatang-binatang dibawah ini pasti hal yang pertama terlintas di pikiran kita adalah lucu. Tetapi jangan kaget, faktanya binatang-binatang dibawah ini adalah termasuk hewan kanibal, atau yang memakan sesamanya sendiri. Serem kan? Penasaran, berikut adalah 5 hewan yang nampak lucu, tetapi ternyata kanibal.

  • Singa Laut

Memang kasus kanibalisme pada hewan berkumis ini jarang ditemukan, akan tetapi bukan berarti tidak ada. Salah satu kasus yang pernah dilihat oleh peneliti adalah adanya anak singa laut yang lepas dari pengawasan induknya, dan menjadi makanan bagi singa laut lainnya yang berukuran lebih besar. Bahkan sampai tidak bersisa sama sekali, sungguh kejam sekali ya kelakuan mereka.

  • Hamster

Ada beberapa penyebab yang menyebabkan hewan lucu ini melakukan praktek kanibal. Yang pertama adalah karena sakit, bila ada beberapa hamster sekaligus di dalam satu kandang dan satu hamster sakit, maka kemungkinan ia akan dimakan oleh yang lainnya menjadi besar. Kemudian induk hamster yang mengetahui anaknya cacat, biasanya akan segera dimakan oleh induknya sendiri.

  • Tupai tanah

Meskipun lucu, tetapi ternyata tupai memiliki tabiat yang cukup seram. Jika terjadi perubahan musim ekstrim dimana mereka membutuhkan makanan lebih untuk bertahan hidup, maka bagi mereka yang tidak mengumpulkan cukup makanan, biasanya akan menjarah persediaan tupai lain. Nah, jika ditemukan bayi tupai di sarang yang ia jarah, maka ia pun akan segera memakannya juga.

  • Meerkat

Hewan yang sering muncul di dalam film animasi anak-anak ini tidak disangka ternyata juga binatang yang melakukan praktek kanibal, lho. Biasanya dilakukan oleh induk meerkat, hidup di padang yang keras membuat ia harus berpikir untuk sebisa mungkin tidak membenani koloninya. Karena itu ia akan memakan 1-2 anaknya ketika ia melahirkan agar tidak kekurangan jatah makan nantinya.

  • Kelinci

Siapa sangka kalau kelinci, hewan yang begitu kita kenal sebagai simbol playboy ini menganut praktek kanibal? Biasanya ditemukan pada induk yang memakan anaknya sendiri, hal ini dikarenakan induk tersebut stress atau sakit. Ada juga pejantan yang memakan anak hanya yang berkelamin jantan saja, hal ini dikarenakan ia tidak ingin anaknya menjadi pesaingnya di masa depan kelak.

5 Alasan Jangan Tidur Dengan Rambut Basah

Sekolah Lentera Kasih Bali – Seringkali setelah lelah seharian penuh kita bekerja, saat pulang dan setelah mandi, karena terlalu lelah dan sudah tidak kuat, kita langsung pergi tidur. Padahal, rambut kita masih belum sepenuhnya kering setelah kita mandi tadi. Rasanya pasti tidak nyaman bukan? Terlebih lagi, ternyata tidur dengan rambut basah tidak baik bagi kesehatan lho. Berikut adalah beberapa alasan mengapa tidak sebaiknya kita tidur dengan rambut yang masih basah.

Gampang Terkena Infeksi

Dilansir dari lifehack.org, kulit yang terkena bakteri bisa memicu berbagai jenis infeksi. Untuk kasus rambut yang masih basah ketika tidur, kamu rentan terkena masalah seperti muncul ketombe dan kurap.

Muncul Jerawat

Bakteri yang berkembang biak dan mengenai kulit bisa menimbulkan sejumlah gangguan kulit. Salah satunya adalah jerawat. Tidur dengan rambut yang masih basah, kondisi kulit bisa ikut terganggu dan dapat memicu munculnya jerawat.

Bantal Jadi Sarang Berkembang Biaknya Bakteri

Tidur dalam keadaan rambut yang masih basah, bantal akan jadi sangat lembap. Hal ini kemudian bisa membuat bantal jadi sarang berkembangbiaknya bakteri. Hiii, nggak mau kan pas tidur malah dikerubuti bakteri.

Berisiko Kena Flu

Kalau suhu dalam kamar terlalu dingin ditambah kondisi bantal yang lembap karena terkena rambut yang masih basah, kamu bisa terkena flu begitu bangun tidur. Bukannya badan jadi tambah bugar setelah bangun, yang ada nantinya tubuh jadi terasa tidak enak dan sakit semua. Parahnya lagi bisa-bisa kamu kena demam.

Gatal dan bengkak

Jamur yang tumbuh di kulit kepala karena rambut yang basah bisa menyebabkan rasa gatal dan radang yang tidak nyaman, bahkan setelah rambut Anda mengering. Hal ini bisa menjadi masalah yang terus berulang dan membutuhkan beberapa hari agar hilang jika tidak ditangani dengan benar.

Sandwich Sushi: praktis di pagi hari untuk bekal si kecil

Sekolah Lentera Kasih Bali – Terkadang membuat bekal untuk si kecil (atau suami) yang picky soal memang agak sulit. Kita sebagai ibu sekaligus istri harus paham betul akan apa yang menjadi kesukaan mereka agar bekal yang dibawakan habis dimakan nantinya. Untuk itu, perlu cara yang inovatif, tetapi juga tidak menghabiskan waktu di pagi hari agar tidak menghambat aktifitas kita juga nantinya. Berikut ini ada resep sandwich roll, yang mungkin dapat menarik perhatian si kecil dan si besar.

Bahan-bahan:

  • 5 lembar roti tawar
  • 5 lembar keju
  • 5 lembar daging asap/ bisa juga diganti irisan sosis
  • 1 kaleng ikan tuna
  • 5 lembar selada
  • mayonaise dan saus secukupnya

Cara membuat:

  1. Agak pipihkan roti dengan roll agar tidak terlalu tebal. Oles mayonaise secukupnya pada roti, panggang daging asap agar hangat. Jika menggunakan sosis, goreng sosis dan iris tipis.
  2. Tumis tuna kaleng dengan bawang putih cincang dan beri sedikit garam.
  3. Letakkan daging asap di atas roti, oles saus sedikit, ratakan tuna, tumpuk dengan keju lalu oles sedikit mayonaise dan letakkan selada.
  4. Setelah itu, gulung rapi dan semat tusuk gigi agar tidak lepas gulungannya.
  5. Setelah itu bisa dipotong jadi beberapa bagian.

Tidak hanya mudah, resep ini juga mengenyangkan perut, selain itu kita akan yakin pada kebersihannya karena kita sendirilah yang membuatnya. Yang penting anak tidak perlu jajan di mamang-mamang penjual jajanan karena bisa jadi kebersihannya mungkin tidak dijaga. Semoga anak dan suami menyukai resep ini ya, Mom. Juga semoga resep ini dapat membantu para Mom sekalian dalam menjaga efisiensi waktu di pagi hari, dan tetap dapat menyenangkan anak dan suami tanpa memakan waktu.

Pahami Alasan Anak Perempuan Masa Kini Lebih Cepat Alami Menstruasi

Terkadang kita sebagai orangtua menjadi cemas dan was-was, karena memiliki pertanyaan ‘mengapa anak perempuan jaman sekarang ini lebih cepat mengalami menstruasi?’ padahal seperti yang kita tahu, di jaman dulu (katakanlah di tahun 1990-an) anak perempuan baru akan mengalami menstruasi atau puber di kisaran usia 16-18 tahun. Lalu bagaimana bisa anak perempuan jaman sekarang bisa mengalaminya di usia yang masih sangat muda?

Dilansir dari vemale.com, Menurut Prof.Dr. Biran Affandi, SpOG(K), FAMM, di era modernisasi seperti ini, banyak anak remaja perempuan yang mengalami menstruasi lebih cepat dibandingkan dengan pada saat beberapa tahun kebelakang. Tidak sedikit kita menemukan anak perempuan usia 13 tahun sudah mengalami menstruasi di jaman sekarang ini, bahkan malah ada yang berusia 10 tahun juga sudah mengalami menstruasi, sungguh dini bukan?

Lalu apakah yang menyebabkan fenomena ini terjadi? Menurut Dr. Biran, ada dua hal utama yang menjadi pemicu terjadinya fenomena ini. Yang pertama adalah anak banyak mendengar dan melihat berbagai konten dewasa secara bebas. Hal ini berbanding lurus dengan era globalisasi yang sedang maju pesat, dan menjadikan anak-anak dapat (baik secara sengaja maupun tidak sengaja) mengakses konten-konten yang bersifat dewasa itu tadi.

Yang kedua adalah masalah gizi, dimana gizi jaman sekarang lebih baik dari pada gizi jaman dulu. Kedua hal itulah yang kemudian menyebabkan biologis anak lebih cepat matang dari pada seharusnya. Hal ini sama sekali bukan hal yang positif, jika tidak ditanggapi secara serius oleh orangtua. Mengapa? Karena hal ini dapat memicu terjadinya perilaku-perilaku negatif karena belum dewasanya anak-anak dalam menyikapi perubahan dalam tubuh mereka.

Ada yang menyalurkannya dengan seks bebas, ya, Anda tidak salah baca. Percaya atau tidak, sekarang ini sudah banyak anak kecil yang menjadi orang tua (baca: hamil diluar nikah akibat melakukan seks bebas). Karena itulah peran orang tua dan pendidik diperlukan untuk mengarahkan mereka. Seperti Sekolah Lentera Kasih Bali yang memang fokus dalam melakukan penanganan dan pendidikan seputar perkembangan anak baik rohani maupun jasmani.